....Sinis Mataku Menatap Kerancuan Gelap Malam.... .... Dan Hitam Membusuk Dalam Kepekatan....

Pages

Categories

Senin, 27 Februari 2012

SENANDUNG SAPI PETANI

‎---SENANDUNG SAPI PETANI---


Ke Sawah Pagi Sekali,
Bangun Pun Harus Pagi,
Pergi Menggarap Sawah Petani,
Biar Makan Tu Petani....


Ahh... Sedihnya Jadi Sapi,
Korban Petani Buta Teknologi,
Di Kota Musim Lamborgini,
Petaniku Masih Ngandalin Sapi....


Apa Negri Tak Peduli Petani,
Petani Tak Seromantis Industri,
Negri Lebih Cinta Industri Luar Negri,
Mungkin Karna Nenek Moyangnya Bukan Petani....


Uhh... Satiap Hari Dieksploitasi,
Sama Tragisnya Dgn Petani....


Ahh.. Enakan Memang Jadi Babi,
Tiap Hari Habis Makan Lalu Tidur Lagi,
Cuma Gemukin Badan Senangkan Hati....


Hahh... Sapi... Sapi.....
Udah Modern,
Kok Petani Masih Pakai Sapi.....


Palangkaraya, 28 Februari 2012. Muhammad Fachrul Ryannor

Sepasang Merpati

-------Sepasang Merpati--------

Masih Diskusi Dengan Jutaan Malam,
Masih Cerita Tentangmu Sayang,
Tentang Bungaku Yang Masih Semakin Merah, 
Dan Masih Kutunggu Waktu Untuk Kembali Menemuimu....

Biarkan Manusia Di Balik Topeng Kemunafikan Mereka,
Acuhkan Ribuan Beat Nada Sumbang, 
Nada - Nada Sirik Kepada Kita,
Biarkan, Karna Kita Bukan Domba, 
Kau Dan Aku Adalah Sepasang Merpati..... 

Disini, Dengan Irama Yang Sama Kunyanyikan,
Akan Slalu Kugunakan Senyum Yang Kau Beri,
Dengan Sederhana Ku Jadikan Lentera,
Sesederhana Puisi Yang Pernah Kucipta.....

Jutaan Prosa Tlah Menjadi Nyata,
Jutaan Rasa Tlah Menjadi Cerita,
Jutaan Hari Tlah Kita Lalui Sayang,
Masih Ada Jutaan lagi Yang Akan Kita Hadapi.....

Tetaplah Kau Genggam Tanganku,
Genggamlah Tapi Jangan Terlalu Erat,
Aku Ingin Kita Seiring.... Bukan Digiring....

I Love You My Sweetest Angel......

Palangkaraya, 28 Februari 2012. Muhammad Fachrul Ryannor

Sabtu, 25 Februari 2012

BERSAMAMU

-----------BERSAMAMU------------

Lelah Sejenak, Dan Kumakamkan Rindu Di Ladang Angin,

Dan Bersandar Di Bahumu Tempat Harapan - Harapanku Terparkir,
Hingga Jari - Jari Berhenti Berdetak Dan Menolak Kembali Bergerak,
Hingga Malam Menjadi Padam, Menjadi Cahaya, Menjadi Semiotika Kasih Kau Dan Aku Di Rawa Kelam. . .

Ingatlah Kemarin, Ketika Eskalasi Badai Membelah Jurang Pemisah Kita,
Namun Sebuah Malam Yang Sederhana Untukmu Sayang,
Untuk Kita Melepas Rindu, Atau Sekedar Bicara Dan Saling Memandang Walau Sedetik. . .

Aku Slalu Ingin Bersamamu,
Hingga Darahku Membeku dan Menolak Kembali Mengalir, . . .

Bertahanlah


Bertahanlah

Bertahanlah Hai Turab, Bertahanlah Hai Pewaris Tahta Adam Dan Hawa,
Bertahanlah Dalam Rana Hati Yang Membeku, Untuk Setiap Jiwa Yang Fana, Yang Kelak Atau Tlah Lampau Tersesat.... Dan Cintai Apa Yang Ada... :)

SYIMPHONY SUBUH

----------SYIMPHONY SUBUH----------

Gelap Juga Tak Membunuh Lelap,
Malam Belum Membawaku Pergi,
Dingin Enggan Menyelimutiku Dengan Mimpi,
Haruskah Ada Api Saat Belukar Pagi Menghujatku Sore Nanti....

Tunggu Hingga Hewan Malam Selesai Bercerita Tentang Kita,
Kebohonganmu, Kebohongaku, Kebohongan Kita,
Kebohongan Mereka, Dunia, Atau Entah Siapa Yang Berbohong Lagi,
Aku Tlah Lupa, Aku Tlah Menyerah Oleh Fakta....

Masih Tentang Fikiran Labilku,
Kita Pernah Bernazar Di Masa Kekal, Masa Hitam Sepekat Aspal,
Kita Pernah Berkhayal, Bermimpi Tak Peduli Ajal,
Fakta Menari Di Awang - Awang Otak Kotorku....

2.38 Pagi, Menjatuhkan Malam Di Rawa Kelam,
Jeritan Jiwa Makin Terjal Menuju Belantara Pagi,
Disana Ia Dibungkam Dalam Rintihan Bimbang,
Kusemayamkan Kata - Kataku, Biarkan Ia Lekang....

Palangkaraya, 26 Februari 2012.  Muhammad Fachrul Ryannor