....Sinis Mataku Menatap Kerancuan Gelap Malam.... .... Dan Hitam Membusuk Dalam Kepekatan....

Pages

Categories

Minggu, 25 Desember 2011

Penjara Khayalan

PENJARA KHAYALAN
oleh Muhammad Fachrul Ryannor a.k.a Amank

Dengan Seluruh Angkasa Jagat Raya Memuji,
Dan Rusuk Kegelapan Menemukan Cahayanya Sendiri,
Bersama Angin, Waktu dan Embun Pagi Yang Hadir Perlahan,
Ritual Suci Tatkala Dewa Matahari Tak Mengijinkanku Untuk Orasi Dalam Hati.... 

Entah Setan Mana Yang Berani Hadir Dalam Mimpi Seorang Bajingan Ini,
Perawan Dari Pedalaman Rimba Menghampiriku Dalam Kesunyian,
Sejuta Kebekuan dan Paparan Doa Suci Tenggelamkan Aku Dalam Lamunan,
Aku Terdiam,.... Sungguh Masih Banyak Sudut Langit Yang Belum Menemukanku.....

Aku Tak Mengerti Makna Puisimu Wahai Roh Yang Mendekam Dalam Bui Ketuhanan,
Mata Angin Membohongi Arah Jejak Langkah Menuju Alam Kering,
Aku Tersesat Dalam Kekelaman Yang Tak Tentu Terangnya,
Dan Tabir Keheningan Mendekapku Dalam Perangkap Alam Bawah Sadar,,... Dalam Penjara Khayalan......

Palangkaraya, 26 Desember 2011.

Kamis, 22 Desember 2011

Mari Sini Kau Yang Baru (Reform)

Mari Sini Kau Yang Baru (Reform)
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor a.k.a Amank Slankers


Indonesia Bagian Barat Masih Sesat Dalam Kabungan Pekat,
Berapa Lama Cahaya Tengah Meredup Hingga Ke Timur,
Tawa Kelakar Remaja Membelah Malam Wahai Hujanku,
Angkuhnya Hadirmu Mendekam Auman Srigala Dalam Penjara Kelam. . .

Aku Ingin Pelukmu Saat Kita Menuju Padang Rawa, 
Kau Tikam Kegelapan Dan Aku Mendekap Cahayamu Di Ladang Rembulan,
Angin - Angin Yg Menusuk Begitu Nakal Membelai Dingin,
Kita Tertawa Kecil Membunuh Suara Asing Dalam Kerancuan Malam. . .

Mari Sini Kau Yang Baru, Peganglah Tanganku Yang Sedari Tadi Tak Menyentuh Apa - Apa,
Menangislah Bersamaku, Kita Yang Selalu Akan Bertanya Tentang Keabadian,
Dan Mulailah Melangkah Padaku Hingga Kau Lalui Wallacea Sampai Timur Indonesia,
Karena Kita Takkan Jauh Dari Garis - Garis Besar Semesta Ini Hingga Kau Berhenti Di Pelukanku.....

Datanglah Kau Yang Ku Tunggu, Separuh Putaran Bumi Menghitam Jika Kau Tak Menjenguk Makamku,
Dekatlah Padaku, Laksana Raja Laut, Kau Dan Aku Akan Bersemayam Di Bukit Berbatu,
Di Pucuk Bumi Kita Bercerita Tentang Kegelisahan - Kegelisahan Yang Terkurung Dalam Tempurung Belenggu, 
Dan Biarkan Kita Tersesat Dalam Hutan Tropis, 
Saksikan Fauna Kita Berlarian Meragu Atau Wewangian Flora Yang Begitu Menggangu.....

Palangkaraya, 18.12.2011 by Muhammad Fachrul Ryannor.

BONEKA



BONEKA
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor a.k.a Amank Slankers



Sekelebat Bayang Melintas Di Beranda Sunyi,
Dinginnya Malam Menyelimuti Lapisan Hitam,
Menuju Ruang Kelam Aku Tersentak Dalam Lamunan,
Dalam Kepalsuan Yang Mengiasi Sudut – Sudut Waktu…..


Bajingan Ini Masih Berhayal Tentang Ruang Ketidakpastian,
Jika Kau tau Aku Ini Buta,
Rembulan Bisu Mungkin Tak mengerti Apa Artinya Gelap,
Atau Kabut Hitam Yang Menemukan Maknanya Sendiri…..


Dan Nafas Berganti Definis Menjadi Desak, Instruksi, 
Atau bualan Penyihir Eksekutif Berdasi,
Kebohongan Sekarang Adalah Kebenaran Fakta Palsu,
Portalitas Fakta – Fakta Menjamur Menyusur tragedi…..


Serpihan Tubuh Membusuk Di Muara petang,
Timah Panas Berkuasa Dalam Diplomasi,
Lidah Para Penjilat Menjulir Di Depan Dubur Demokrasi,
Semiotika Anutan Pasukan Rezim Boneka…..


Palangkaraya, 23.12.2011

Selasa, 20 Desember 2011

AKU BENCI TIDURMU

AKU BENCI TIDURMU
Oleh : Muhammad Fachrul Ryannor a.k.a Amank

Bangunlah..... Aku Lelah Menanti Tidurmu,
Dan Rebahlah Kembali Disamping Tubuhku,
Disamping Jiwa Yang Mengalah Oleh Fakta,
Yang Didekam Dalam Senja Oleh Anjing Realita.... 

Hei Kau Yang Terlelap Di Padang Rawa,
Kau Yang Tercipta dari Turab, Dari Zat Anorganis,
Kita Tidaklah Sedang Berdongeng,
Dan Kau Bukanlah Putri Yang Telah memakan Apel Kutukan.....

Bangunlah Engkau Yang Terbentuk Oleh Sinar Cosmic,
Kumandang Suci Di Udara Petang Telah Dilantunkan,
Aku Menantimu Di Pertigaan Menuju Malam,
Agresi Dengkuranmu Mengkhianati Kucing Hitam Disudut Gelap....

Bukankah Kita Setuju Tentang Rusuk Terakhir Waktu,
Kita Pernah Bernazar, Menentang Fenomena Palang Kematian,
Dengan Lantang Kau Tantang Aku Menuju Gerbang Selimut Kelam,
Hingga Kita Menyatu Saling Memburu Dalam Belantara Hitam....

Aku Benci Tidurmu.....

Palangkaraya, 20.12.2011

Selasa, 06 Desember 2011

Melamun


Melamun
oleh Amank

Entahlah, Tiba - Tiba Kutemukan Sebuah Malam Yang Jalan Melamban Membawaku Duduk Menepi Di Pinggir Langit Disudut Sebuah Ruang Yang Tak Ku Kenal, 
Diantara Orang - Orang Yang Tak Kuketahui dan Suara - Suara Aneh Yang Mengasingkanku Di Pedalaman Lamunan....
Harus Pada Siapa Aku Minta Izin Untuk Merasakan Apa Yang Ingin Ku Dapatkan,
Para Malaikat Pengantar Wahyu, Setan Tukang Rayu dan Diriku Sendiri Begitu Canggung Untuk Dipercaya, Sulit Dimengerti Tentang Bahasa - Bahasanya Yang Terdengar Lirih, Tak Mudah Kupercaya.....
Samapai Dimana Pandanganku Yang Kosong Dalam Kegelisahan Yang Tak Kumengerti Ini, Sampaikan Lorong - Lorong Kuning Menuju Tempat Yang Kita Inginkan....
Menantilah Dan Terus Berharap, Keraguan Takkan Memberi Jalan....

Pahlawanku


.....PAHLAWANKU, JASAMU YANG KINI ENTAH JADI APA.....
oleh Amank

Pagi Yang Buram, Seburam Senyum Pahlawanku Di Alam Seberang Sana, 
Melihat Para Generasi Yang Hanya Mengandalkan Prestasi,
Prestasi Yang Hanya Membuat Negri Ini Lupa Akan Perutnya yang Lapar,
Kebanggaan Untuk Rakyatmu Yang Tak Berpenghasilan, Harum Nama Negrimu...... Katanya....

Hai Pahlawan Penghuni Kubur, Aku Pesimis Ketika Kita Bicara Tentang Masa Depan dan Pahlawan Sesi Kedua,

Sebagian Lain Generasimu, Yang Seharusnya Berkembang, Harus Layu Terlebih Dahulu,
Dan Gugur Sebagai Bunga Tanpa Kelopak, Atau Hanya Menjadi Bonsai Yang Tak Bisa Tumbuh Tinggi Mengudara, Tak Bisa Tuk Melawan Angin Yang Begitu Sadis Menginjak Kuburanmu.....

Hai Pahlawan Yang Di Kurung dalam Barzah, Apa Yang Kini Kau Rasakan ????
Ketika Negara - Negara Lain Mampu Menciptakan Generasi Sebagai Tenaga Produksi, Sedangkan Negrimu,
Negrimu Hanya Mampu Menciptakan Generasi Sebagai Tenaga Birokrasi, Tenaga Korupsi !!!
Atau Juga Buruh - Buruh Kasar dan Gelandangan, Di Pabrik - Pabrik, Dipinggir Jalan, Di Atas Tanah Air Yang Dulu Kamu Pertahankan !!!

Mau Apa Kamu Pahlawanku ??? 
Kau Kini Hanya Tinggal Sejarah Siswa IPS,
Mau Marah ??? 
Kuburanmu Terlalu Jauh Untuk Kami Dengar Suaramu........

Jasamu Kini Hanya Tinggal Ceremonial - Ceremonial Di hari Senin,
Di Hari 17 Agustus !! 10 November !!
Atau Dalam Sesi Keheningan Cipta Para Peserta Upacara Untuk Mengenang Kenangan - Kenangan Jasamu Yang Kini Entah Jadi Apa.......

Palangkaraya, 10 November 2011

Minggu, 04 Desember 2011

Ukiran Aksara : "Tampalawey"


TAMPALAWEY
oleh amank

Kakurak tampuh basapai si terok,
Jaragan tanjung pasingkuran si parak bahu,
Batangkarap manarenan sakuyan randu,
Tatarungku sawan si Padang rangun. . .

Makin basahu Waktu baretey,
Si penda maten andau tanjung bakekey,
maharit kapehe mambungkar jaman,
Tingkep manduhup nupi nang kantus. . .

Handau hamalem makin mida samanan,
Mausah nupi sapingkang hanjaliwan, 
Bajuhung maheter si patunggang tampalawey,
Sumpah atey malikah sampai matey. . .