....Sinis Mataku Menatap Kerancuan Gelap Malam.... .... Dan Hitam Membusuk Dalam Kepekatan....

Pages

Categories

Sabtu, 28 Januari 2012

SEMUA ITU PASTI

SEMUA ITU PASTI
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor

Sudah Kupikirkan Tentang Hari Esok,
Tapi Terlalu Jauh Berfikir Ke Sana,
Ekspetasi Sperma Bertemu Ovum Tak Tentu Jadi Jabang,
Segalanya Tak Pernah Pasti......

Harapan - Harapan Anjing !!!
Aku Lupa, Ada Luka Yang Harus Ku Obati,
Tak Peduli Rusa, Sapi Ataupun Babi Yang Tlah Masuk Lubang Dua Kali,
Bahkan Bumi Yang Suci Tlah Lama Ada Bersama Angkara Yang Berulang Kali Serupa......

Seingatku, Semua Itu Pasti.....
Memintalah Pada Bintang Anakmu,
Tuhan Sejak Lama Merestuinya Untuk Menyesatkanmu, 
Gelegar Langit Berbinar Semesta Duka Jiwa Yang Tak Kunjung Reda,
Seperti Dunia Yang Disesaki Simbol - Simbol Tak Ku Mengerti......
Kapas Dan Padi,
Beringin Dan Sapi,
Bulan Dan Sabit,
Palu Dan Arit,
Hingga Pula Bintang Kejora.....

Palangkaraya, 26 Januari 2012

INI BARISAN PEMBANGKANGAN

INI BARISAN PEMBANGKANGAN 
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor


Ini Barisan Yang Mewakili Seribu Nisan Dari Pemakaman,
Ini Adalah Barisan Masa, Mereka Bukanlah Elit Politikus Yang Turun Mencari Sensasi,
Mereka Bukan Peliharaan, Suatu Saat Akan Menjadi Api, Dan Siap Menyergap Hadangan Tentara Tirani,
Barisan Ini Utusan Bumi, Mereka Siap Merebut Senjatamu, Mereka Bukan Merenggut Hartamu, 
Wahai Imperial Zaman Menyaingi Tuhan, Barisan Ini Tidak Merenggut Nyawamu, 
Mereka Telah Gusar Dengan Kekuasaanmu, Mereka Ingin Membagi Tanah Yang Kau Jaga Dengan Peluru.....

Palangkaraya, 26 Januari 2012

BARISAN INI TIDAK SEDANG BERMIMPI

BARISAN INI TIDAK SEDANG BERMIMPI
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor



Aku Berada Diatas Sini Bersama Bendera Merah,
Diatas Lapisan Tanah Hingga Kerak Neraka,
Aku Akan Membawa Massa Prajurit Terbang Dari Rawa,
Yang Siap Menurunkan Surga Di Langit Tujuh Lapis.....

Lihatlah Senjakala Dunia Menghitam Menjadi Semakin Kelam,
Darah Pekerja Pabrik Industri Para Pesugihan Siap Membunuh,
Mereka Bukanlah Orang - Orang Frustasi,
Dan Barisan Ini Tidak Sedang Bermimpi,
Mereka Tak Punya Pilihan Lain,
Ini Adalah Aksi Yang Harus Membunuh Setiap Reaksi.....

Sejarah Memang Berdarah, Dan Barisan Ini Tidak Sedang Bermimpi,
Sejarah Itu Membusuk Bagai Nanah, Belum Saatnya Kita Berdamai,
Kami Akan Memburumu Wahai Para Pesaing Tuhan,
Kami Tak Sudi Dipenjara Di Negri Api,
Kami Tak Sudi Bersama Para Pelacur Pemuja Wacana Anti Terormu.....

Palangkaraya, 26 Januari 2012.

LEKANG

LEKANG
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor



Jeritan Jiwa Dalam Simbolisasi Lentera,
Selimut Angin Bukan Sekedar Radikalisasi Bahasaku,
Disana Ia Dibungkam Dalam Rintihan Bimbang,
Kusemayamkan Kata - Kataku, Biarkan Ia Lekang....
[Lekang]

Rabu, 18 Januari 2012

Kawan.... Lihat Jembatanku....

Kawan.... Lihat Jembatanku....
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor

Sahabat, Kau Lihat Aku Dan Seragam Lusuhku, 
Dan Bentangan Jembatan kayu Yang Tlah Kalah Oleh Waktu, 
Aku Berangkat Sekolah Walau Maut Sungai Itu Menatiku Dengan Ramah, 
Jika Aku Mati Disana, Biarlah, Itu Lebih Terhormat Bagiku Sahabat....

Dan Kau Tau Jika Aku Tetap Diam Di Rumah, 
Diam Di Dalam Gubuk Reot Dari Bambu Bersama Orang Berkulit Keriput Yaitu Orang Tuaku,
Bermain Palu Memecah Batu dan Khianati Cita - Cita Ibuku,
Maut Kebodohan Akan Lebih Menyakitkan Untuk Mencabut Nyawaku....

Kawan, Suatu Hari Aku Ingin Sekali Bersamamu Melewati Jembatan Itu,
Betapa Kunikmati Rasa Takut Dan Deru jantung Saat Angin Menerpaku Disana,
Aku Ingin Kau Tau Betapa Kejamnya Jembatan Itu,
Biarlah Kawan, Biarlah Jembatanku Memang Mustaqimku Menuju Surga....

Palangkaraya, 19.01.2012

Kamis, 05 Januari 2012

Aku Bertanya Untuk .....

Aku Bertanya Untuk .....
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor a.k.a Amank


Berapa Ukuran Dingin Yang Menjadikan Malam Tak Begitu Hangat,
Mengantarkan Embun Yang Jatuh Di Bibirmu Yang Membeku, 
Saat Kau Dan Aku Menunggu Gelap Menyadarkan.....

Tapi Berapa Lama Indonesia Bagian Barat Menyampaikan Angin Hingga Ke Timur, 
Dzat Yang Membawa Kau dan Aku Bangkit Perlahan Untuk Kembali Menjadi Kita.......

Aku Rindu Pelukmu Saat kita Kembali Ke Padang Rawa, 
Mendengar Nyanyian Hewan Malam Yang Tak Sedikitpun Kita Mengerti, 
Dengan Nada Lirih Yang Tercipta Dari Tarian Pohon Yang Menantang Angin, 
Yang Mendekam Kesunyian Dalam penjara Kelam, 
Dengan Bahasa - Bahasa Yang Tak Asing Yang Tak Satupun Kita Ketahui......

Palangkaraya, 05.01.2011

Senin, 02 Januari 2012

Semiotika Kasih Matahari Sakura

Semiotika Kasih Matahari Sakura
Oleh Muhammad Fachrul Ryannor a.k.a Amank


Aku Menantimu Di Padang Kering,
Menunggumu Datang Menyelimuti Dikala Malam Dingin,
Kau Hembuskan Rindu Berkala Melalui Angin,
Musim Hujan Beriring Denganmu Jatuh Dari Langit Yang Terlalu Tinggi......

Datang Dari Sayap Semalaikat Djibril,
Semiotika Kasihmu Begitu Rumit Mendera Wahai Matahari Sakura,
Hingga Kegelapan Merasuku Ketakutan Akan Kehilangan,
Bait Langkahmu Terukir Suci Pada Keheningan,
Kita Tau Tak Sekalipun Jemu Saling Menatap Walau Dalam Kekosongan,
Kau Memeluku Di Depan Jibraa'iil, Miikaa'iil, dan Israafiil....

Ahhh... Semua Itu Begitu Melelahkan,
Sekarang Duduklah Di Sampingku,
Genggam Saja Tanganku Yang Sedari Tadi Tak Menyentuh Apa - Apa,
Dengar Detak Jantungku Yang Sedari Tadi Beretak Menyebut Namamu....

Pembuang Hulu,02.01.2012