....Sinis Mataku Menatap Kerancuan Gelap Malam.... .... Dan Hitam Membusuk Dalam Kepekatan....

Pages

Categories

Minggu, 30 Oktober 2011

Ukiran Aksara : "...Sayangku..."

 Oleh : Amank Slankers a.k.a Muhammad Fachrul Ryannor

.....Sayangku......

Indonesia Bagian Barat Masih Sesat Dalam Kabungan Pekat,
Berapa Lama Cahaya Tengah Meredup Hingga Ke Timur,
Tawa Kelakar Remaja Membelah Malam Sayangku,
Angkuhnya Cinta Kita Mendekam Auman Srigala Dalam Penjara Kelam. . .

Aku Rindu Pelukmu Saat Kita Kembali Ke Padang Rawa,

Kau Tikam Kegelapan Dan Aku Mendekap Cahayamu Di Ladang Rembulan,
Angin - Angin Yg Menusuk Begitu Nakal Membelai Dingin,
Kita Tertawa Kecil Membunuh Suara Asing Dalam Kerancuan Malam. . .

Mari Sini Sayangku, Peganglah Tanganku Yang Sedari Tadi Tak Menyentuh Apa - Apa,
Menangislah Bersamaku, Kita Yang Selalu Akan Bertanya Tentang Keabadian,
Dan Tetaplah Melangkah Padaku Hingga Kau Lalui Wallacea Sampai Timur Indonesia,
Karena Kita Takkan Jauh Dari Garis - Garis Besar Semesta Ini Hingga Kau Berhenti Di Pelukanku.....

Kembalilah Sayangku, Separuh Putaran Bumi Menghitam Saat Kau Tak Menjenguk Makamku,
Kembalilah Padaku, Laksana Raja Laut, Kau Dan Aku Akan Bersemayam Di Bukit Berbatu,
Di Pucuk Bumi Kita Bercerita Tentang Kegelisahan - Kegelisahan Yang Terkurung Dalam Tempurung Belenggu,
Dan Biarkan Kita Tersesat Dalam Hutan Tropis,
Saksikan Fauna Kita Berlarian Meragu Atau Wewangian Flora Yang Begitu Menggangu.....


Palangkaraya, 31.10.2011

Sabtu, 29 Oktober 2011

Ukiran Aksara : "Kenapa Malaikatku ???"



Oleh Amank Slankers

KENAPA MALAIKATKU ???


Suara itu..
Suara malaikat pemegenag sangkakala...
Bangkitkan Aku dari lamunan...
Jejak kakinya kutuntun jauh di kehidupan...

Suaranya lirih terdengar...
Mengeluh di atas kemurkaan hewan2 kecil...
Seakan tak tega tiupkan terompetnya...

Tapi kenapa malaikatku ???
Kenapa kau tak bangunkan kami semua dari mimpi2 buruk ini...
Aku tlah menanti suara sangkakalamu dalam kekosongan...
Terompetmu itu adalah awal keadilan...

Rabu, 26 Oktober 2011

Ukiran Aksara : "Ragu"



Oleh : Amank Slankers
RAGU
Begitu besar rasa lelah menggangu Jiwa,
Keheningan belenggu menggenggam diri,
Kegalauan Mendebu tak terukur angka,
Dan Rintihan Ini Membungkamku dalam Sepi....

Terlintas mimpi - mimpi kecil berbisik,
Suaranya Membawaku berdiri menantang terik,
Menantang Angin dalam arus hari yang berisik,
Pergi berlari melupakan pikiran-pikiran Picik....

Aku berusaha melangkah berbesar jiwa,
Berguna bagi nusa, bangsa dan orang tua,
Mencoba Mengusung sebuah cita - cita,
Mendobrak Murka tembok keras Alam Neraka....

Aku sungguh Meragu dan ringkih,
Seperti terjebak dalam spekrum hitam dan putih,
Mencoba membalut luka - luka yang perih,
Menerima segala sumpah serapah yang pedih....


Palangkaraya, 27.10.2011

Ukiran Aksara : "Bunga ( Rintihan Kusam )"

Oleh : Amank Slankers

BUNGA ( RINTIHAN KUSAM )

Bunga. . .
Melamun Di Ujung Bukit Sampah,
Korban Ingkar Para Bedebah,
Bunga Beradu Jerit Sumpah Serapah,
Searah Mengais2 Kolam Limbah . . .

Bunga. . .
Menangis, Menjerit, Jeritan Kelaparan,
Desahan Nafas Beralun Tak Seirama Merdu,
Khayalnya Murka Mengusik Tawa,
Menahan Iri Pada Anjing Si Gedung Megah. . . .

Bunga. . .
Memendam Dendam Pada Ketidak Adilan,
Rintih Kusamnya Mengutuk Kepalsuan,
Bunga, Makhluk Jalang Dari Jalanan,
Bunga Tersesat Dalam Arus Ketidak Pastian. . .


Palangkaraya, 26.10.2011

Selasa, 25 Oktober 2011

Ukiran Aksara : "Di Balik Bungkaman"


Oleh : Amank Slankers

DI BALIK BUNGKAMAN

 
Di Balik Bungkaman.....

Aku, Hidup Dalam Ketentaraman Yang Penuh Ancaman,
Aku, Hidup Tragis Dalam Ancaman Rezim Fasis,
Dua Puluh Tahun Mendekami Tirani Iblis,
Tak Berteman Dalam Ruang Ketidak Mungkinan...

Atau Mungkin Aku...

Terlalu Menantang Para Prediksi Yang Tak Pasti,
Terlalu Lantang Berteriak Hak Asasi,
Aku Penghianat Bagi Kuasa Tai Babi,
Dan Aku Dibungkam Dalam Perebutan Nasi Basi...


Aku Adalah Tawanan Kemunafikan,
Aku Hidup Di Sudut Pelacuran,
Aku Ditekan Makluk2 Bentang Jaman,
Aku Dibodohi Dengan Segala Prasasti Setan...

Kau Membungkamku Dengan Sejuta Amarah,
Kau Menginjak Kakiku Wahai Kelamin Bernanah,
Terkutuklah Kau Lubang Tai Sejarah,
Akan Kukubur Kau Bersama Liberalis Berdarah...

Matilah Kau Para Anjing Fasis....
 

Palangkaraya, 26.10.2011

Ukiran Aksara : "BELENGGU RINDU"

Oleh : Amank Slankers
 BELENGGU RINDU



Sehelai tiupan angin menyapa telinga....
Mengalun lembut Ia menyapa....
Sunyi senyap menyapa rindu....
Dimuara hati ku teriakan cintamu....

Kulihat Tarian pohon yang Gulita.....
Gelapnya terbalut orkes hewan2 malam.....
Kucoba bayangi wajahmu.....
Semakin mencoba, semakin rindunya membelenggu....



Palangkaraya, 25.10.2011

Senin, 24 Oktober 2011

Ukiran Aksara : "Bangkit"

Oleh : Amank Slankers

BANGKIT

Embun Berarak Di Belantara Pagi,
Pandanganku Berkabut Kehilangan Arah,
Cahayaku Pekat Menyelubungi Alam,
Lepas Kontrol Saat Kesunyian Merajam...

Khayalku Berputar Menggangu Tidur,
Menjerit Takut Terbayang Kisah Usang,
Deru Nafas Melemah Menghantui Seisi Tanah,
Mengetuk Setiap Pintu - Pintu Bertuah...

Kulihat Iring - Iringan Lampu Kota,
Luas Mengelilingi Kegelapan,
Dan Aku, Ingin Seperti Ribuan Jalang,
Yang Bangkit Bersinar Di Setiap Sudut Jalanan...

25.10.2011

Ukiran Aksara : "Galauisme"

Oleh : Amank Slankers

GALAUISME

Aku tak Mengerti Kemana Arah Lelucon Ini,
Sementara Hidup Berlalu Terukur Angka,
Kata hati Bisu Sekarat Dan Makin Berkarat,
Kegelapan Bernyanyi Merdu Nyanyian Jangkrik Meragu...

Sedangkan Keraguan Sempat Terhapuskan,
Saat Rembulan Terpuruk Di Balik Awan,
Tapi Bahagiaku Tinggal Berita,
Berkeringat Derita Mengundang Murka...

Dalam Ratusan Hari Aku Terkapar,
Dari Manipulasi Hingga Senyuman Tragedi,
Mencari Ratu Dan Jalan Keluar,
Berputar - Putar Dalam Sunyi Abadi...

Aneh, Terus Ku Bertanya Kenapa Ini Salah,
Terus Mencari Apa Yang Salah,
Terus Berputar Jauh Kembali Dalam Sejarah,
Mengingat Lagi Terakhir Kali Aku Menyerah...

25.10.2011

Ukiran Aksara : "What a Damn Poem ( Untittled )"

Oleh : Amank Slankers


Arggh. . . Tak Bosan Aku Bergumam,
Mencari Jawaban Dari Jutaan Malam,
Aku Ada Di Jalanan,
Dan Aku Slalu Tegar Di Perempatan. . .


Para Mawar2 Terinjak Berlalu,
Menatapku Sinis Di Tepian Trotoar,
Tatapan Tajam Berbinar Putih,
Sekilas Kedip Mengusirku Dari Pandangnya. . .


Berlalulah Belenggu Hari Ini,
Aku Butuh Alasan Tuk Merampas Batas Ini,
Aku Muak Dengan Anjing2 Itu,
Mereka Slalu Tendesius Bertanya Padaku. . .


Dan Apa Yang Mereka Bicarakan,
Hewan2 Itu Begitu Gelisah Diskusi Dengan Malam,
Aku Hanya Bisu Di Dalam Pekatnya,
Debat Dalam Hati Tentang Lelucon2 Minggu Ini. . . .


Wahai Reratuan Kegelapan,
Bawakan Aku Sukmamu Dalam Mimpiku Malam Ini. . .



24.10.2011

Rabu, 19 Oktober 2011

Ukiran Aksara : "....."

Dan Hati Yang Gundah..

Bagai panas merah mentari..

atau asap kematian mebubul menyatu di antara awan..

gelapkan biru langit....

hitamkan putih embun pagi...




Aku terdiam, mengembara, terbang, melayang di dalam dimensi kebisuan..


sunyi, hampa tanpa suara cinta yang ku damba..


merekah indah rindu menghanyutkan asa di pusaran jiwa yang hitam, kelam, gelap..


hingga ku mati membisu..

Ukiran Aksara : "Setan Tertawa"


Oleh Amank
Setan Tertawa

...Dalam Genggamana Waktu Yang Menghitam.... 
...Dalam Kegelapan Sinarnya Makin Redup....
...Dalam Keheningan Nafas - Nafas Lelah Beradu.... 
...Dalam Ketidaktahuan Semua Jiwa Menggigil Ketakuan......


...Satu Jiwa Pergi Mengisi Liang.......
...Semakin Mencekam Naluri - Naluri Yang Kelam.......
...Menangis, Menjerit Memecah Kebisuan.......
...Dari Satu Sudut Kulihat Setan Tertawa Merah.... 



Palangkaraya, 22 September 2011

Ukiran Aksara : "Semesta Hitam"


Oleh: Muhammad Fachrul 'Amank' Ryannor

SEMESTA HITAM

.....Sejauh mataku melayang....
 ....Yang Kulihat hanya tinggal Arang - arang kayu,......
....Yang kulihat hanya erosi mengikis kehidupan,......
....Sungai Menjadi Racun, Dan Racun Menjadi Air minumku.....


....Dan Saat Pohon Terakhir Tinggal Satu,......
...Hanya Ada Semeter Tanah Subur,.....
....Hanya Ada Satu Genangan Air Bersih,.....
....Dan Hanya Ada Secuil Yang Diperebutkan......



.....Berapa Harga Darah Yang Tertumpah Untuknya,.....
....Untuk Alam....
....Untuk Bumi....
....Untuk Semesta Yang Menghitam....


Palangkaraya, 18.08.2011 

Ukiran Aksara : "Lebunku"


Oleh Muhammad Fachrul 'Amank' Ryannor

Lebunku

Himunan Angin Mailap - Ilap Sadingin Salju,
Manyadinginan Kopinku Nang Balasu,
Hanjulu Yaku Munduk Sihadepan Huma,
Manampayah Lulang Luli Manusia......

Ije Pada Ije Maatur Kabeluman,
Dadari Mananjung SiJalanan,
Ada nang Hagau Sasuap Hapa Kuman,
Ada Nang Manyiapan Masa Tahadepan......

Pembuang Hulunku......

Lebu Halus Namun Mida Balasu,
Walaupun Rancak Lihiku Mara Ngaju,
Lebunku Santar Mahawi Tahiyu,
Lebunku Awal Kabelumanku.......

23 Agustus 2011